Kamis, 07 Januari 2021

Prodi S1 Gizi Universitas MH Thamrin

Nama : Priska Anggun Damartiasari

NIM : 1022201017

Prodi : S1 Gizi (Semester 1)


Prodi S1 Gizi Universitas MH Thamrin




    Program studi S1 Gizi  merupakan bagian dari Fakultas Kesehatan Universitas MH Thamrin  yang terletak di Kampus A yang merupakan Kampus utama. Beralamat  di Jl. Raya Pondok Gede No. 23, RT.02/RW.01, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. Program Studi  S1 Gizi ini telah terakreditasi “B”. Program studi S1 Gizi memiliki Visi, Misi, dan Tujuan. Visinya yaitu “menghasilkan lulusan sarjana gizi yang kompeten di bidang dietetik, gizi masyarakat dan manajemen industri jasa pangan serta berjiwa kewirausahaan dan mampu menghadapi era globalisasi, pada tahun 2020”.  Misinya antara lain :

1. Menerapkan kurikulum yang mampu menyesuaiakan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pasar.

2. Menyelenggarakan penelitian di bidang gizi.

3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka ikut berpartisipasi meningkatkan perbaikan gizi masyarakat.

4. Menjalin kerja sama dengan instansi terkait di tingkat nasional maupun internasional sebagai sarana pembelajaran maupun penelitian.


Adapun Tujuan mendirikan Program Studi S1 Gizi UMHT yaitu antara lain:

1. Menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang gizi, serta mampu berperan dalam menangani masalah gizi disemua tatanan kesehatan

2. Menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional

3. Menghasilkan lulusan yang mampu berwirausaha di bidang pangan dan gizi

4. Menghasilkan lulusan yang mampu melakukan penelitian di bidang gizi dan bidang terkait.

5. Menghasilkan Penelitian di bidang gizi dan bidang terkait yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa, peradaban dan kesejahteraan umat manusia.

6. Mampu mewujudkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbasis penalaran dan hasil Penelitian yang bermanfaat bagi kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa

7. Terwujudnya kemitraan dengan pemangku kepentingan yang saling mendukung baik tingkat nasional maupun internasional

    Prodi ini juga mempunyai Program Kerja dari Himpunan Mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas MH. Thamrin (HIMASIGIZI) yang bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi antar Civitas Akademik Program Studi S1Gizi Universitas MH. Thamrin. Oleh karena itu diharapkan setelah kegiatan ini berlangsung, komunikasi antar Civitas Akademika dapat berjalan lancar dan tentunya akan memperlancar proses pembelajaran secara menyeluruh. Kegiatan yang dilakukan antara lain Sosialisasi Visi dan Misi Program Studi, Talkshow mini dengan narasumber, permainan yang tujuannya untuk mengakrabkan antar civitas akademik, dan Lomba kreatifitas seni oleh mahasiswa baru (untuk menyaring bakat dan minat mahasiswa dibidang non akademik).


KELEBIHAN GIZI TIDAK BAIK

Nama : Priska Anggun Damartiasari

NIM  : 1022201017

Prodi : S1 Gizi (Semester 1)


 Kelebihan Gizi



    Sebagian besar orang mengaitkan malnutrisi dengan kekurangan gizi. Padahal malnutrisi juga bisa berwujud kelebihan gizi. Kelebihan Gizi  terjadi ketika pemasukan kalori dan energi yang dikeluarkan tidak seimbang.  Atau ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi zat gizi tertentu, seperti protein atau lemak. Hal ini kemudian memicu kegemukan  atau obesitas. Perlu dipahami bahwa kegemukan tidak sama dengan obesitas. Kegemukan  adalah kelebihan berat badan, sedangkan obesitas adalah penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan. Anda dapat mengetahui status gizi Anda dengan melihat Indeks Massa Tubuh (IMT). Jika seseorang memiliki IMT yang menunjukkan dia kegemukan  dan tidak ada usaha untuk menurunkan berat badannya, hal ini bisa berkembang menjadi obesitas.

    Banyak faktor yang menyebabkan kelebihan gizi terjadi, antara lain faktor genetik, aktivitas fisik, kurangnya pemahaman tentang makanan bergizi seimbang, sering mengonsumsi makanan yang serba instan dan cepat saji, serta dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi. Di zaman yang berkembang pesat seperti ini, tidak hanya orang dewasa yang mengalami gizi lebih, melainkan juga anak-anak. Pada keadaan gizi berlebih, jumlah lemak di dalam tubuh akan meningkat sehingga menyebabkan perubahan metabolisme lemak dan gula dalam skala besar. Baik anak-anak maupun orang dewasa, kelebihan gizi tidak selamanya baik. Bertubuh subur tidak menandakan hidup makmur tapi justru tubuh  yang seperti itu akan menjadi sarang penyakit.

GIZI BURUK

Nama : Priska Anggun Damartiasari

NIM  : 1022201017

Prodi : S1 Gizi (Semester 1)

 

GIZI BURUK



Gizi buruk atau yang dikenal sebagai kwashiorkor dalam dunia medis, merupakan salah satu bentuk malnutrisi. Malnutrisi itu sendiri dapat dipahami sebagai kesalahan dalam pemberian nutrisi. Kesalahan bisa berupa kekurangan maupun kelebihan nutrisi. Pada dasarnya kwashiorkor bisa diartikan sebagai kondisi dimana seseorang kekurangan asupan yang mengandung energi dan protein. Padahal protein dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel-sel baru. Selain itu, asupan ini juga turut membantu proses perbaikan sel-sel yang rusak. Kwashiorkor kebanyakan menyerang anak-anak di negara-negara berkembang –termasuk Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 54% kematian bayi dan balita disebabkan kondisi gizi buruk. Bahkan risiko kematian anak dengan gizi buruk 13 kali lebih besar dibandingkan dengan anak normal.

Penyebab gizi buruk atau kwashiorkor adalah karena anak tidak memeroleh makanan dengan kandungan energi dan protein yang cukup. Umumnya hal ini sering dikaitkan dengan tingkat perekonomian yang rendah. Itulah sebabnya kasus gizi buruk atau kwashiorkor banyak terjadi di negara berkembang. Selain dikarenakan rendahnya tingkat perekonomian, kurangnya pengetahuan orangtua akan nutrisi yang diperlukan tubuh anak juga turut memengaruhi. Pada dasarnya gizi buruk atau kwashiorkor bukanlah gangguan yang terjadi secara mendadak. Kondisi ini berlangsung secara perlahan. Karena itu penting untuk mencegah agar anak tidak mengalami kondisi ini dengan cara memberikan asupan makanan cukup gizi.

Gejala Gizi Buruk

Gejala gizi buruk atau kwashiorkor yang akan tampak adalah:

  • Pucat, kurus, perut cembung, dan kehilangan massa otot pada keempat anggota geraknya
  • Anak terlihat sering gelisah
  • Terjadi gangguan pertumbuhan meliputi berat badan dan tinggi badan
  • Rambutnya menjadi mudah tercabut, tampak kusam, kering, dan sering terjadi perubahan warna
  • Dapat pula terjadi perubahan pada kulit, kulit menjadi bersisik, terdapat bercak-bercak putih dan merah muda dengan tepi kehitaman
  • Anak juga akan menderita anemia akibat kekurangan nutrien seperti zat besi dan vitamin B kompleks.

Untuk mengatasi gizi buruk atau kwashiorkor dibutuhkan asupan nutrisi berupa kalori dan protein yang mencukupi. Namun, pemberian nutrisi tersebut harus dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal harus diberikan asupan kalori untuk memenuhi kebutuhan energinya tanpa melibatkan asupan protein terlebih dahulu. Jika kebutuhan kalori sudah tercukupi, barulah asupan protein nisa mulai diberikan. Pemberian protein dapat dilakukan dari kadar yang rendah yang secara bertahap terus ditambah. Hal ini dilakukan supaya saluran cerna penderita tidak kaget bila langsung diberi asupan tinggi kalori tinggi protein. Penanganan dirumah bisa dilakukan dengan mencukupkan kebutuhan gizi seimbang bagi anak. Makanan yang dikonsumsi harus lengkap mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

Namun perlu diingat untuk memberikannya secara perlahan dan terkontrol. Untuk tahap awal, pastikan Anda melibatkan bantuan dokter dalam mengontrol kondisi anak dengan gizi buruk atau kwashiorkor yang Anda rawat. Untuk mencegah terjadinya gizi buruk atau kwashiorkor pada anak Anda, berikanlah makanan dengan gizi yang seimbang. Cukupi kebutuhan karbohidrat, lemak dan proteinnya. Sumber protein yang bernilai tinggi bisa didapatkan dari produk hewani seperti susu, keju, daging, telur, dan ikan. Anda juga bisa juga memanfaatkan protein nabati yang didapat dari kacang hijau dan kacang kedelai.