Kamis, 07 Januari 2021

KELEBIHAN GIZI TIDAK BAIK

Nama : Priska Anggun Damartiasari

NIM  : 1022201017

Prodi : S1 Gizi (Semester 1)


 Kelebihan Gizi



    Sebagian besar orang mengaitkan malnutrisi dengan kekurangan gizi. Padahal malnutrisi juga bisa berwujud kelebihan gizi. Kelebihan Gizi  terjadi ketika pemasukan kalori dan energi yang dikeluarkan tidak seimbang.  Atau ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi zat gizi tertentu, seperti protein atau lemak. Hal ini kemudian memicu kegemukan  atau obesitas. Perlu dipahami bahwa kegemukan tidak sama dengan obesitas. Kegemukan  adalah kelebihan berat badan, sedangkan obesitas adalah penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan. Anda dapat mengetahui status gizi Anda dengan melihat Indeks Massa Tubuh (IMT). Jika seseorang memiliki IMT yang menunjukkan dia kegemukan  dan tidak ada usaha untuk menurunkan berat badannya, hal ini bisa berkembang menjadi obesitas.

    Banyak faktor yang menyebabkan kelebihan gizi terjadi, antara lain faktor genetik, aktivitas fisik, kurangnya pemahaman tentang makanan bergizi seimbang, sering mengonsumsi makanan yang serba instan dan cepat saji, serta dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi. Di zaman yang berkembang pesat seperti ini, tidak hanya orang dewasa yang mengalami gizi lebih, melainkan juga anak-anak. Pada keadaan gizi berlebih, jumlah lemak di dalam tubuh akan meningkat sehingga menyebabkan perubahan metabolisme lemak dan gula dalam skala besar. Baik anak-anak maupun orang dewasa, kelebihan gizi tidak selamanya baik. Bertubuh subur tidak menandakan hidup makmur tapi justru tubuh  yang seperti itu akan menjadi sarang penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar