Nama : Priska Anggun Damartiasari
NIM : 1022201017
Prodi : S1 Gizi
(Semester 1)
Kelebihan Gizi
Sebagian besar orang mengaitkan malnutrisi
dengan kekurangan gizi. Padahal malnutrisi juga bisa berwujud kelebihan gizi. Kelebihan Gizi terjadi ketika pemasukan kalori dan energi
yang dikeluarkan tidak seimbang. Atau ketika seseorang
terlalu banyak mengonsumsi zat gizi tertentu, seperti protein atau lemak. Hal
ini kemudian memicu kegemukan atau obesitas. Perlu dipahami bahwa kegemukan tidak sama dengan obesitas. Kegemukan adalah kelebihan berat badan, sedangkan
obesitas adalah penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh yang dapat mengganggu
kesehatan. Anda dapat mengetahui status gizi Anda dengan melihat Indeks Massa
Tubuh (IMT). Jika seseorang memiliki IMT yang menunjukkan dia kegemukan dan tidak ada usaha untuk menurunkan berat
badannya, hal ini bisa berkembang menjadi obesitas.
Banyak faktor yang
menyebabkan kelebihan gizi terjadi, antara lain
faktor genetik, aktivitas
fisik, kurangnya pemahaman tentang makanan bergizi seimbang, sering mengonsumsi
makanan yang serba instan dan cepat saji, serta dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi. Di zaman yang
berkembang pesat seperti ini, tidak hanya orang dewasa yang mengalami gizi
lebih, melainkan juga anak-anak. Pada keadaan gizi berlebih, jumlah lemak di
dalam tubuh akan meningkat sehingga menyebabkan perubahan metabolisme lemak dan
gula dalam skala besar. Baik anak-anak maupun orang dewasa, kelebihan gizi
tidak selamanya baik. Bertubuh subur tidak menandakan hidup makmur tapi justru tubuh yang seperti itu akan menjadi
sarang penyakit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar