Nama : Priska Anggun Damartiasari
NIM : 1022201017
Prodi : S1 Gizi (Semester 1)
GIZI BURUK
Gizi buruk atau yang
dikenal sebagai kwashiorkor dalam dunia medis, merupakan salah satu bentuk
malnutrisi. Malnutrisi itu sendiri dapat dipahami sebagai kesalahan dalam
pemberian nutrisi. Kesalahan bisa berupa kekurangan maupun kelebihan nutrisi. Pada dasarnya kwashiorkor bisa diartikan
sebagai kondisi dimana seseorang kekurangan asupan yang mengandung energi dan
protein. Padahal protein dibutuhkan tubuh dalam proses pembentukan sel-sel
baru. Selain itu, asupan ini juga turut membantu proses perbaikan sel-sel yang
rusak. Kwashiorkor kebanyakan menyerang
anak-anak di negara-negara berkembang –termasuk Indonesia. Badan Kesehatan
Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 54% kematian bayi dan balita disebabkan
kondisi gizi buruk. Bahkan risiko kematian anak dengan gizi buruk
13 kali lebih besar dibandingkan dengan
anak normal.
Penyebab gizi buruk atau kwashiorkor adalah karena anak
tidak memeroleh makanan dengan kandungan energi dan protein yang cukup. Umumnya
hal ini sering dikaitkan dengan tingkat perekonomian yang rendah. Itulah sebabnya kasus gizi buruk
atau kwashiorkor banyak terjadi di negara berkembang. Selain dikarenakan
rendahnya tingkat perekonomian, kurangnya pengetahuan orangtua akan nutrisi
yang diperlukan tubuh anak juga turut memengaruhi. Pada dasarnya gizi buruk atau kwashiorkor bukanlah gangguan yang
terjadi secara mendadak. Kondisi ini berlangsung secara perlahan. Karena itu
penting untuk mencegah agar anak tidak mengalami kondisi ini dengan cara
memberikan asupan makanan cukup gizi.
Gejala Gizi Buruk
Gejala gizi buruk atau kwashiorkor yang akan tampak adalah:
- Pucat, kurus, perut cembung, dan
kehilangan massa otot pada keempat anggota geraknya
- Anak terlihat sering gelisah
- Terjadi gangguan pertumbuhan
meliputi berat badan dan tinggi badan
- Rambutnya menjadi mudah tercabut,
tampak kusam, kering, dan sering terjadi perubahan warna
- Dapat pula terjadi perubahan pada
kulit, kulit menjadi bersisik, terdapat bercak-bercak putih dan merah muda
dengan tepi kehitaman
- Anak juga akan menderita anemia
akibat kekurangan nutrien seperti zat besi dan vitamin B kompleks.
Untuk mengatasi gizi
buruk atau kwashiorkor dibutuhkan asupan nutrisi berupa kalori dan protein yang
mencukupi. Namun, pemberian nutrisi tersebut harus dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal harus diberikan asupan
kalori untuk memenuhi kebutuhan energinya tanpa melibatkan asupan protein
terlebih dahulu. Jika kebutuhan kalori sudah tercukupi, barulah asupan protein
nisa mulai diberikan. Pemberian
protein dapat dilakukan dari kadar yang rendah yang secara bertahap terus
ditambah. Hal ini dilakukan supaya saluran cerna penderita tidak kaget bila
langsung diberi asupan tinggi kalori tinggi protein. Penanganan dirumah bisa dilakukan dengan
mencukupkan kebutuhan gizi seimbang bagi anak. Makanan yang dikonsumsi harus
lengkap mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.
Namun perlu diingat untuk
memberikannya secara perlahan dan terkontrol. Untuk tahap awal, pastikan Anda
melibatkan bantuan dokter dalam mengontrol kondisi anak dengan gizi buruk atau
kwashiorkor yang Anda rawat. Untuk
mencegah terjadinya gizi buruk atau kwashiorkor pada anak Anda, berikanlah
makanan dengan gizi yang seimbang. Cukupi kebutuhan karbohidrat, lemak dan proteinnya. Sumber protein yang bernilai tinggi bisa
didapatkan dari produk hewani seperti susu, keju, daging, telur, dan ikan. Anda
juga bisa juga memanfaatkan protein nabati yang didapat dari kacang hijau dan
kacang kedelai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar